Bocah Tercantik Sedunia

Bocah 9 Tahun Ini Dinobatkan Jadi Wanita Tercantik Sedunia




Gadis bermata biru dan berambut pirang itu kini memiliki banyak penggemar.

Moskow - Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di Rusia dinobatkan sejumlah media asing sebagai wanita tercantik di dunia. Pada usianya yang masih sangat muda, Kristina Pimenova telah supermodel.

Kristina memulai karier modelnya pada usia 3 tahun. Berbagai potret anggun wanita belia itu telah menghiasi iklan merek produk ternama, seperti Roberto Cavalli, Dolce & Gabbana, Armani dan Benetton. Wajahnya juga masuk Sejumlah majalah terkenal seperti Vogue Bambini.

"Aku pertama kali ditawari jadi model saat berusia 3 tahun. Ibu saya yang menyarankan untuk mencobanya dan saya mulai menyadari bahwa pekerjaan ini sangat menyenangkan, terutama catwalk dan fashion show," tulis Kristina di akun Facebook-nya, yang dikutip Liputan6.com, Sabtu (29/11/2014).

Gadis bermata biru dan berambut pirang itu kini memiliki banyak penggemar, terutama di Rusia. Ekspresi wajahnya yang tampak polos saat berpose menjadi ciri khas Kristina. Tak pelak banyak perancang busana yang memburunya.
bb
Credit: Womendailymagazine.com

Namun demikian, usia Kristina yang terlalu dini sebagai model menuai kritik. Terlebih, dalam beberapa foto, Kristina mengenakan rok pendek dan pakaian yang biasa dikenakan wanita dewasa. Hal itu dinilai tak pantas dipakai oleh seorang bocah kecil.

Seorang pengguna media sosial mengkritik ibu Kristina yang dinilai tak memikirkan efek negatif dengan menjadikan anaknya sebagai model pada usia dini.

"Kau mengubah anakmu menjadi seksi. Apa yang dilakukan orangtua seperti kau bisa mengundang 'predator' seksual online," kata orang tersebut, seperti dilansir International Business Times.

Menjawab hal itu, sang ibu menegaskan bahwa dirinya akan terus menjaga Kristina dan memantau akvititasnya di media sosial, termasuk menghapus komentar-komentara vulgar dari sejumlah netizen.

Source : liputan6.com

Pujian yang Disukai Wanita

Menurut sebuah survei di Inggris, satu dari lima wanita merasa tertekan dan selalu khawatir seiring pergerakan usianya. Sebab, mereka tidak ingin terlihat tua dan takut berkeriput.

Apakah Anda sering lupa nama anak-anak sendiri? Apakah Anda kerap tidak ingat di mana kali terakhir meletakkan dompet? Apakah Anda lebih memilih bertemu dokter kulit dibandingkan menghabiskan waktu bersama suami?

Jika Anda menjawab dua “ya” dari tiga pertanyaan di atas, maka bisa dipastikan Anda telah memasuki fase tua dan takut menghadapi kenyataan tersebut.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena menurut sebuah survei di Inggris, sebagian besar wanita memang lebih memilih tampak berisi atau gemuk, dibandingkan menjadi tua.

Dari semua faktor yang membuat wanita terlihat cepat menua adalah timbulnya keriput di wajah (70 persen). Lalu, gigi tanggal dan ompong menduduki posisi kedua (37 persen). Kemudian, sering lupa nama orang ada pada posisi ketiga (24 persen).

Fakta lain yang diungkap oleh British Woman ini, menguak fakta bahwa wanita berusia 39 tahun, paling merasa stres dan cepat jengkel jika dibilang tua. Namun, saat wanita berusia 55 tahun, mereka tidak lagi terlalu mempermasalahkan kondisi kulit yang sudah rata keriput.

Mengenai penambahan usia dan dampaknya pada kekencangan kulit, ternyata ini paling mempengaruhi para wanita karier. Satu dari lima wanita karier, mengaku merahasiakan usia mereka yang sesungguhnya. Alasan populer yang diutarakan oleh 54 persen responden, mereka tidak ingin usia yang terbilang tua membuat orang lain mempertanyakan kemampuan dan kinerja mereka.

“Pada profesiku, aku melihat banyak wanita yang benar-benar khawatir terhadap penampilan fisik mereka. Sebagai seorang ibu, tentu hal ini sangat mengkhawatirkan. Wanita zaman sekarang bisa memikirkan penampilan sampai berkali-kali dalam sehari, bahkan wanita yang baru berusia 24 tahun menganggap dirinya sudah tua. Usia dan penuaan mestinya dinikmati dan dilalui dengan bahagia, bukan malah merasa tertekan,” urai Nichola Jass, Celebrity Facialist dan Sanctuary Spa Skincare.

Lebih lanjut, Jass mengatakan bahwa seorang ibu yang terus membicarakan dan mempersoalkan penampilan fisik, memberikan dampak negatif pada anak-anak perempuan mereka. Sayangnya, tak banyak para ibu yang menyadari bahwa gaya hidup yang “mendewakan” kecantikan ini, bisa menyakiti dan mempengaruhi perkembangan emosi anak.

Source: female.kompas.com

4×6 atau 6×4?




Menurut kamu 4+4+4+4+4+4 itu berarti 4X6 atau 6X4? Persoalan inilah yang jadi heboh di media sosial setelah Muhammad Erfas Maulana, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro, me-posting-kan hal tersebut di media sosial miliknya. Hal ini terjadi setelah Erfas yang membantu adiknya mengerjakan tugas Matematika mempertanyakan alasan guru menyalahkan jawaban sebuah soal.

Dalam soal tugas itu, guru meminta adik Erfas untuk menyatakan 4+4+4+4+4+4 dalam operasi perkalian. Adik Erfas menuliskan jawaban bahwa 4+4+4+4+4+4 = 4×6. Jawaban itu, menurut Erfas, seharusnya benar. Namun, ternyata sang guru menyalahkan. Menurut guru, jawaban yang seharusnya adalah 6×4. muncullah perdebatan seru di media sosial. Mana yang benar, 4×6 atau 6×4?
Saking serunya perdebatan, profesor Matematika dari Institut Teknologi Bandung, Iwan Pranoto, pun turut berkomentar. Ia memberi sedikit kultwit untuk menjelaskan permasalahan itu.
Menurut Iwan, 4×6 ataupun 6×4 sebenarnya sama. Namun, bisa saja salah bila dilihat dalam konteks tertentu.

Iwan memberi ilustrasi. Ia mencontohkan, bila pertanyaan guru adalah “Jika 2×3 = 3+3, tentukan 3×4″, maka jawaban yang seharusnya adalah 4+4+4. “Jika dengan pertanyaan ini anak jawabnya 3+3+3+3, barulah salahkan,” katanya lewat akun Twitter-nya.

Namun, Iwan mengungkapkan, bila pertanyaannya hanya 3×4, maka anak bisa menjawab 3+3+3+3 atau 4+4+4. Semuanya benar. Dengan demikian, didasarkan pada pendapat Iwan, 4+4+4+4+4+4 bisa saja dinyatakan 4×6 atau 6×4 dalam operasi perkalian. Jawaban adik Erfas dalam tugas Matematika-nya seharusnya tidak disalahkan.

“Cara bertanya guru Matematika di Indonesia mungkin salah. Juga cara mengoreksinya salah,” katanya. Iwan mengatakan, saat ini dibutuhkan pembenahan sikap, budaya, dan cara berpikir guru Matematika. “Mengubah sikap guru Matematika yang luwes bernalar merupakan tantangan bagi institusi penyiapan guru kita, LPTK,” ungkapnya.

Dalam Matematika, kata Iwan, tidak ada kebenaran, yang ada kesahihan. Jika penalaran sahih, maka bisa diterima walaupun kesimpulannya aneh. Akar perdebatan Matematika ini bisa jadi adalah kebiasaan untuk hanya menerima pengertian tunggal, ditetapkan oleh penguasa. “Kita tak berdaya menentukan sendiri,” kata Iwan.

Iwan menerangkan, tak cuma dalam perkalian. Dalam pembagian pun dikenal dua pengertian berbeda, misalnya, 125 ÷ 5 tentunya lebih cocok diartikan sebagai partisi. Sedangkan 125 ÷ 25 tentunya lebih cocok dinyatakan pengurangan berulang.

Muhammad Erfas Maulana Minta Maaf karena Buat Kehebohan di Media Sosial

Setelah membuat kehebohan dengan soalan 4X6 atau 6X4, Muhammad Erfas Maulana, pengunggah soal Matematika “4 x 6 atau 6 x 4″ meminta maaf karena telah membuat kehebohan di media sosial. Ia menuliskan permohonan maaf itu di dinding akun Facebook-nya:

mohon maaf, saya sudah menghebohkan media sosial beberapa hari terakhir ini. baru saja saya mengkonfirmasikan ini kepada guru. saya juga sudah meminta maaf sebesar-besarnya kepada beliau.

sekali lagi saya mohon, jangan ada yang menyalahkan guru karena guru sudah mengajarkan sesuai konsep dan buku yang ada. sang guru juga tidak menyalahkan pendapat saya.

sesuai kurikulum 2013 yang membebaskan murid menyelesaikan suatu persoalan sesuai kemampuan nalar masing-masing, saran saya adalah untuk memperbaiki buku dengan tidak hanya terfokus dengan satu cara penyelesaian, namun memberikan banyak cara penyelesaian. disitu murid akan memilih cara sesuai pemahaman termudah masing-masing murid.

itu saran saya saja sih, kalo ada yang kurang berkenan dengan saran saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

berbicara mengenai kurikulum 2013, menurut saya, kurikulum tersebut sangat baik. siswa tidak hanya dituntut untuk mengetahui pengetahuan, namun juga diajari berketrampilan sehingga siswa diharapkan lebih kreatif dan bersikap agar dapat mempunyai moral yang baik saat hidup bermasyarakat. jadi ada 3 aspek penilaian disini, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap.
dengan kurikulum ini, saya melihat bahwa anak-anak lebih senang untuk pergi ke sekolah. mereka menjadi bersemangat karena di sekolah diajari untuk membuat berbagai kerajinan tangan atau membuat sesuatu yang menarik bagi mereka.

mungkin banyak orang tua yang bingung mengenai kurikulum 2013 karena mata pelajaran di kurikulum ini dicampur. misal matematika, ipa, ips, bahasa indonesia, ppkn, dll dilebur menjadi tematik.

menurut saya, hal ini dikarenakan orang tua dari dulu sudah terbiasa menggunakan kurikulum yang mata pelajarannya dipisah, matematika sendiri, bahasa indonesia sendiri, ipa sendiri, dll. coba dari dulu pendidikan di indonesia menggunakan kurikulum dimana mata pelajarannya dicampur seperti kurikulum 2013, saya rasa orang tua pun tidak akan bingung mengajari anaknya sekarang. misal, dari dulu kita terbiasa menuliskan resep obat 3 x 1, dibaca tiga kali sehari, satu butir. bayangkan bila dari dulu resep penulisan obat adalah 1 x 3, dibaca satu butir, tiga kali sehari. semuanya 1 + 1 + 1 . kembali lagi ini semua adalah tentang kebiasaan.

saya rasa, murid yang mendapatkan kurikulum sejak kelas 1 SD tidak akan kebingungan dalam belajar. berbeda lagi bila dari kelas 1 – 3 SD mendapat kurikulum lama yang mata pelajarannya dipisah, namun tiba-tiba saat naik ke kelas 4 SD mereka mendapat kurikulum 2013 dimana mata pelajaran dicampur. disini saya rasa akan terdapat kebingungan pada murid, mereka harus menyesuaikan lagi.

itulah pandangan saya tentang kurikulum 2013, mohon maaf bila ada pihak-pihak yang kurang berkenan.

saya sangat menyesal atas semua yang sudah terjadi, saya tidak ingin memperpanjang semua ini. mungkin ini dapat menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan kita semua
terima kasih.”

Source: Kompas.com

Karya Unik

Potret-Potret Mengagumkan
Karya Bernard Pras 
Hanya dapat dilihat dari sudut yang benar
anamorphosis perspective optical illusion art 

Seni anamorphic adalah seni yang lebih menonjolkan sudut pandang (perspektif) sebagai cara untuk menikmati gambar hasil karya. Seniman Perancis Pras Bernard sudah dikenal secara luas untuk karya instalasi objek-temu-nya yang luar biasa. Dalam karya seni anamorphic seperti ini, dia menyembunyikan gambar dalam tumpukan apa yang tampaknya menjadi sampah biasa. Mereka hanya dapat dilihat melalui perangkat tertentu atau hanya dari sudut yang benar.

Dalam rangka untuk menciptakan efek anamorphic, artis hati-hati merencanakan seluruh instalasi dan menempatkan benda-benda acak, memilih mereka dengan warna dan ukuran sehingga mereka akan menyerupai potret terkenal atau gambar dari perspektif tunggal. Pras menggunakan sampah plastik, pil tua, kotak, tas, kemasan, boneka, mainan, alat musik, benda rumah tangga, dan apa pun cukup banyak yang tampaknya tepat untuk warna dan tekstur yang dia butuhkan. Hasilnya hanya menjatuhkan rahang!


 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-2 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-3 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-8 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-9 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-9 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-10 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-11 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-7 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-1 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-5 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-13 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-14 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-17 anamorphosis-intallation-art-bernard-pras-4
Sumber : www.boredpanda.com